Sosialisasi Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Di UNY

Berbarengan dengan hari pendidikan Nasional, 2/5 UNY mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi. Pusat Studi ini

Pada hari Kamis (15/06) bertempat di Ruang Sidang Utama LPPM UNY telah dialangsungkan acara sosialisasi Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi (PSPK) LPPM UNY yang didirikan pada 1 Juni 2017. Acara yang dipandu oleh Ketua PSPK LPPM UNY, Dr. Samsuri, M. Ag berlangsung dengan baik dalam suasana yang kritis dan dialogis dengan mengetengahkan dua agenda utama yakni penyampaian sosialisasi dari Narasumber dan Focus Group Discussion para peserta. Para peserta undangan yang merupakan Stakeholder UNY mulai dari Wakil Rektor UNY, LPPM UNY, LPPMP UNY serta Dekan Fakultas, Direktur PPs, Kajur dan Kaprodi di UNY lengkap dengan Dosen-Dosen dari Jujrusan PKnH UNY dan perwakilan mahasiswa S1 dan S2 PPKn UNY juga mengikuti acara dengan antusias dan khidmat.

Acara Sosialisasi PSPK LPPM UNY dihadiri oleh para Narasumber yakni Rektor UNY, Prof, Dr. Sutrisna Wibawa, M. Pd, M. A, Drs. Sindung Tjahyadi, M. Hum dari Pusat Studi Pancasila UGM serta Halili Hasan, S. Pd, M. A, Dosen PKnH FIS UNY & Peneliti Setara Institute Jakarta. Secara umum, narasumber sangat mendukung pembentukan PSPK LPPM UNY sebab dapat menjadi penggerak dan pendorong realisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada aras atas maupun bawah. Sehubungan dengan itu, para narasumber juga menyampaiakan saran-sarannya mengenai desain kelembagaan PSPK LPPM UNY baik pada aspek inti kajian maupun desain organisatorisnya.

Prof, Dr. Sutrisna Wibawa, M. Pd, M. A sebagai narasumber pertama menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan bangsa dan negara Indonesia saat ini seperti persoalan berkembangnya paham radikalisme. Sehubungan dengan itu, maka Prof, Dr. Sutrisna Wibawa, M. Pd, M. A sangat mendukung berdirinya PSPK LPPM UNY. Ia menyampaikan tiga hal mengenai konsep atau ruang lingkup PSPK LPPM UNY dalam simpulannya. Pertama, PSPK LPPM UNY harus bersifat multidisiplin karena Pancasila adalah multidiplin sehingga dari semua jujuran bisa mengisi atau mengkaji nilai-nilai Pancasila di Pusat Studi. Kedua, PSPK LPPM UNY harus memberikan sumbangsih didalam kerangka pendidikan pada perguruan tinggi setidaknya pada, Pendidikan Pancasila di UNY. Ketiga, PSPK LPPM UNY yang merupakan bagian dari UNY sebagai LPTK juga perlu berperan dalam pendidikan dasar dan menengah melalui kajian, pengembangan dan pengimplementasian pendidikan dasar dan menengah.

Narasumber kedua, Drs. Sindung Tjahyadi, M. Hum yang pernah menjabat sebagi Kepala PSP UGM dan masih aktif didalamnya menyampaikan mengenai Revitalisasi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa & Peran Perguruan Tinggi. Untuk itu, ia menyarankan bahwa PSPK LPPM UNY dapat berperan pada strategi Pelembagaan dan Pembudayaan terhadap empat dimensi Pancasila yakni Pancasila sebagai Dasar Negara, Pancasila sebagai Ideologi Negara, Pancasila sebagai Karakter Bangsa, dan Pancasila sebagai Pandangan Hidup. Pada paaprannya, Drs. Sindung Tjahyadi, M. Hum menyoroti bahwa ada fundamentalisme lain yang tidak kalah berbahayanya dibanding dengan fundamentalisme agama yaitu fundamentalisme pasar yang berupa kapitalisme global. Berkenaan dengan itu, “sebenarnya sumber kekacauan negeri ini bukan warganya yang tidak menghayati nilai-nilai Pancasila tetapi penyelenggara negara yang tidak taat azas Pancasila”, ungkapnya.

Sebagai narasumber pamungkas, Halili Hasan, S. Pd, M. A memaparkan mengenai urgensi Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi. Pada kesempatannya Ia memaparkan bahwa PSPK LPPM UNY penting keberadaannya karena Pertama, tata kelola bangsa dan negara menjauh dari zeitgeist, volkgeist, dan ruh Pancasila; Kedua, konstitusi negara kerap diabaikan oleh penyelenggara negara (apalagi rakyatnya—dimana literasi konstitusi masih menjadi kendala serius); Ketiga, Pendidikan Pancasila—sebagai genetivus objectivus dan genetivus subjectivus—belum berjakan baik; Keempat, Politik penemuan kembali Pancasila semakin mengemuka. Sehubungan dengan itu, menurutnya ada beberapa hal yang harus dilakukan PSPK LPPM UNY yakni: Pertama, Penguatan kelembagaan dan capacity building yang meliputi pemantapan struktur, rekrutmen peneliti, dan pembahasan core study area; Kedua, Penguatan konowladge sector yang meliputi penusunan base-line data tentang isu-isu kontemporer persoalan keberpancasilaan dan kesadaran berkonstitusi melali penelitian-penelitian survey, pendalaman epistemik kepancasilaan melalui penelitian dan studi kepustakaan secara tematik dan penguatan suplai untuk evidence based policy; Ketiga, Penguatan dampak yang meliputi penyusunan draft kebijakan, penulisan position paper, pengajuan policy brief dan intensifikasi press release.

Masukan-masukan untuk PSPK LPPM UNY juga disampaikan para peserta pada saat season FGD. Para peserta dari kalangan pejabat UNY dan Dosen PKnH UNY nampak sangat antusias mengemukakan gagasannya mengenai pengembangan kelembagaan PSPK LPPM UNY. Pada akhir acara, Dr. Samsuri, M. Ag. menyampaikan rasa terimakasih dan harapannya atas partisipasi yang telah diberikan. “Apa yang telah disampaikan adalah ekspektasi yang harapannya bisa diwujudkan baik oleh Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi secara internal maupun secara kolektif di kampus UNY”, pungkas Samsuri.(Cucu)