Diskusi Serial Kewarganegaraan #7; Restorasi Jogjakarta Sebagai Kota Pendidikan

Jum’at (9/12) di Lab PKnH FIS UNY kembali diadakan Diskusi Serial Kewarganegaraan. Menghadirkan Prof. Dr. Wuryadi dan Dr. Mukhamad Murdiono, M.Pd. DISER#7 membahas tema “Restorasi Jogjakarta Sebagai Kota Pendidikan”. Memang, persoalan lokal di Yogyakarta yang juga harus serius dibahas pemecahannya adalah tentang eksistensi Jogja sebagai kota pendidikan. Sebagaimanana telah kita ketahui bersama, Yogyakarta dijuluki sebagai kota pendidikan karena disini banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang diminati oleh calon mahasiswa di seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke. Hal ini mewujudkan Yogyakarta sebagai salah satu urat nadi kemajuan bangsa dan negara Indonesia karena pada akhirnya mahasiswa yang kulish di Yogyakarta akan mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan. Maka, menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan kondisi pendidikan di Yogyakarta merupakan suatu keniscayaan.

Perkembangan kondisi Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan saat ini cukup mengkhawatirkan. Pembangunan tata kota di Yogyakarta lebih mengarah pada terwujudnya kota metropolitan ketimbang Kota Pendidikan. Mall-mall, hotel-hotel, tempat hiburan malam dan sebagainya semakin penuh sesak menghiasi Yogyakarta yang mungil ini. Tentu bila itu dibiarkan tanpa arah yang jelas akan mengganggu kondusiftas penyelenggaraan pendidikan di Yogyakarta. Selain itu, kekerasan di Yogyakarta saat ini semakin meningkat. Mulai dari semakin banyaknya konflik etnis, pembubaran paksa diskusi, hingga konflik SARA yang berujung pada adanya kekerasan fisik. Kondisi ini akan makin menyulitkan pembangunan pendidikan di Yogyakarta. Meskipun berlabel Kota Pendidikan, di Yogyakarta justru pengaduan mengenai pelayanan pendidikan paling banyak terjadi. Pengaduan tersebut meliputi pemotongan tunjangan sertifikasi, biaya pungutan sekolah terlalu mahal, pelarangan mengikuti ujian karena menunggak pembayaran SPP dan uang praktek.

Prof. Dr. Wuryadi (Pakar Pendidikan, Mantan Ketua Dewan Pendidikan) ketika itu diminta membahas mengenai bagaimana seharusnya kebijakan pemerintah (Pusat dan Daerah) serta Stakeholder di bidang pendidikan dalam merestorasi Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan?. Kemudian, M. Murdiono, M.Pd. (Kepala Jurusan PKnH UNY) menyampaikan mengenai permasalahan yang ada di kalangan pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta serta arah pengembangan pendidikan di Yogyakarta dalam menghadapi tantangan abad 21. (Cucu)